
Crusher dengan type jow terdiri dari beberapa bagian, yaitu jow primer
(primary jow), jow sekunder (secondary jow) dan jow tersier (tertiary
jow). Jadi Prinsip kerjanya adalah setelah batuan dimasukkan ke dalam
jow primer. hasil dari jow primer dimasukkan kedalam jow sekunder untuk
mendapatkan hasil yang diinginkan. Bila hasil jow sekunder belum
memenuhi spesifikasi yang ditetapkan maka batuan diolah kembali di jow
tersier dan dipisahkan melalui screen sesuai dengan ukuran yang
diinginkan.
Crusher juga dibagi berdasarkan cara kerja alat tersebut dalam
memecahkan batuan. Crusher yang memecahkan batuan dengan memberikan
tekanan pada batuan adalah jaw, gyratory dan roll crusher. Impact
crusher menghancurkan batuan dengan tumbukan pada kecepatan tinggi. Pada
umumnya jaw crusher yang digunakan memiliki beberapa ukuran yang
terbesar sebagai jow primer, sedangkan untuk ukuran yang berada di bawah
ukuran jow primer digunakan sebagai jow sekunder dan tersier.
Pada saat batuan masuk ke dalam jow maka terjadi reduksi ukuran batuan
tersebut. Reduksi tersebut ditetapkan dalam rasio reduksi. Pada jaw
crusher, rasio didapat dari jarak jow dibagian atas dibagi jarak bukaan
bawah. Sedangkan pada roller crusher, rasio didapat dari ukuran batuan
terbesar yang melewati jow dibagi ukuran bukaan jow. Rasio Reduksi dapat
dilihat dari tabel.

(Sumber : Construction Planning, Equipment and method, 1996)
Dari Pengalaman dalam industri Crusher didapat hasil bahwa pada setiap
pengaturan bukaan tertentu, 15% dari batuan yang melewati bukaan
tersebut mempunyai ukuran lebih besar dari bukaannya. Dengan demikian,
batuan yang dihasilkan dari crusher dan kemudian disaring maka 15% dari
batuan tidak akan lolos saringan.
by zulham hgp
Tidak ada komentar:
Posting Komentar