Kamis, 29 Maret 2012

JOW CRUESER DAN PRINSIP KERJANYA

Crusher dengan type jow terdiri dari beberapa bagian, yaitu jow primer (primary jow), jow sekunder (secondary jow) dan jow tersier (tertiary jow). Jadi Prinsip kerjanya adalah setelah batuan dimasukkan ke dalam jow primer. hasil dari jow primer dimasukkan kedalam jow sekunder untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Bila hasil jow sekunder belum memenuhi spesifikasi yang ditetapkan maka batuan diolah kembali di jow tersier dan dipisahkan melalui screen sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Crusher juga dibagi berdasarkan cara kerja alat tersebut dalam memecahkan batuan. Crusher yang memecahkan batuan dengan memberikan tekanan pada batuan adalah jaw, gyratory dan roll crusher. Impact crusher menghancurkan batuan dengan tumbukan pada kecepatan tinggi. Pada umumnya jaw crusher yang digunakan memiliki beberapa ukuran yang terbesar sebagai jow primer, sedangkan untuk ukuran yang berada di bawah ukuran jow primer digunakan sebagai jow sekunder dan tersier. Pada saat batuan masuk ke dalam jow maka terjadi reduksi ukuran batuan tersebut. Reduksi tersebut ditetapkan dalam rasio reduksi. Pada jaw crusher, rasio didapat dari jarak jow dibagian atas dibagi jarak bukaan bawah. Sedangkan pada roller crusher, rasio didapat dari ukuran batuan terbesar yang melewati jow dibagi ukuran bukaan jow. Rasio Reduksi dapat dilihat dari tabel.
(Sumber : Construction Planning, Equipment and method, 1996) Dari Pengalaman dalam industri Crusher didapat hasil bahwa pada setiap pengaturan bukaan tertentu, 15% dari batuan yang melewati bukaan tersebut mempunyai ukuran lebih besar dari bukaannya. Dengan demikian, batuan yang dihasilkan dari crusher dan kemudian disaring maka 15% dari batuan tidak akan lolos saringan.
by zulham hgp
READ MORE - JOW CRUESER DAN PRINSIP KERJANYA